Ø PENGERTIAN
MEDIA
Gerlach &
Ely (1997) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia,
materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu
memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini, guru,
buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus,
pengertian media dalam proses belajar cenderung diartikan sebagai alat-alat
grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual
atau verbal.
Batasan lain
telah pula dikemukakan oleh para ahli yang sebagian di antaranya AECT (Association of Education and Communication
Technology, 1997) memberi batasan tentang media sebagai segala bentuk dan
saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Di samping
sebagai sistem penyampai atau pengantar, media yang sering diganti dengan kata mediator menurut Fleming (1987:234)
adalah penyebab atau alat yang turut ikut campur tangan dalam dua pihak dan
memdamaikannya. Dengan istilah mediator media menunjukkan fungsi atau perannya,
yaitu mengatur hubungan yang efektif antara dua pihak utama dalam proses
belajar dan isi pelajaran.
Seringkali kata
media pendidikan digunakan secara bergantian dengan istilah alat bantu atau
media komunikasi seperti yang dikemukakan oleh Hamalik (1986) dimana ia melihat
bahwa hubungan komunikasi akan berjalan lancar dengan hasil yang maksimal
apabila menggunakan alat bantu yang disebut media komunikasi. Sementara itu,
Gagne dan Briggs (1975) secara implisit mengatakan bahwa media pembelajaran
meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi
pengajaran, yang terdiri dari antara lain buku, tape recorder, kaset, video
camera, video recorder, film, slide
(gambar bingkai). Foto, gambar, garafik, televisi, dan komputer.
Dalam kegiatan
belajar mengajar, sering pula pemakaian kata media pembelajaran digantikan
dengan istilah-istilah seperti alat pandang dengar, bahan pengajaran
(instructional material, komunikasi pandang dengar (audio visual
communication), pendidikan alat peraga pandang (educational tecnology), alat
peraga dan media penjelas. Berdasarkan uraian tersebut, berikut dikemukakan
ciri-ciri umum yang terkandung pada setiap batasan itu :
1.
Media pendidikan memiliki pengertian fisik yang
dewasa ini dikenal sebagai hardware (perangkat keras), yaitu sesuatu
benda yang dapat dilihat, didengar, atau diraba dengan pancaindera.
2.
Media pendidikan memiliki pengertian nonfisik yang
dikenal sebagai sofware (perangkat
lunak), yaitu kandungan yang terdapat dalam perangkat keras yang merupakan isi
yang ingin disampaikan kepada siswa.
3.
Penekanan media pendidikan terdapat pada visual dan
audio.
Ø CIRI-CIRI
MEDIA PENDIDIKAN
Gerlach &
Ely mengemukakan tiga ciri media yang merupakan petunjuk mengapa media
digunakan dan apa-apa saja yang dapt dilakukan oleh media yang mungkin guru
tidak mampu (atau kurang efisien) melakukannya.
1.
Ciri Fiksatif (Fixative Property)
Ciri ini menggambarkan kemampuan media
merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau
objek. Ciri ini amat penting bagi guru karena kejadian-kejadian atau objek yang
telah direkam atau disimpan dengan format media yang dapat digunakan setiap
saat.
2.
Ciri Manipulatif (Manipulative Property)
Transformasi suatu kejadian atau objek
dimungkinkan karena memiliki ciri manupulatif. Kejadian yang memakan waktu
berhari-hari dapat disajikan kepada siswa dalam waktu dua atau tiga menit
dengan teknik pengambilan gambar time-lapse
recording. Misalnya bagaimana proses larva menjadi kepompong kemudian
menjadi kupu-kupu dapat depercepat dengan teknik rekaman fotografi tersebut.
3.
Ciri Distributif (Distributive Property)
Ciri distributif dari media memungkinkan suatu objek
kejadian ditransportasikan melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian
tersebut disajikan kepada sejumlah besar siswa dengan stimulus pengalaman yang
relatif sama mengenai kejadian itu.
Ø FUNGSI
DAN MANFAAT MEDIA PENDIDIKAN
Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media
pembelajaran dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan
motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh
psokologis terhadap siswa.
Levie & Lent
(1982) mengemukakan empat fungsi media pembelajaran, khususnya media visual,
yaitu :
1.
Fungsi atensi media visual
merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk
berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang
ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.
2.
Fungsi afektif media visual
dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar atau membaca teks
yang bergambar.
3.
Fungsi kognitif media visual
terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual
atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat
informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
4.
Fungsi
kompensatoris media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa
media visual membarikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah
dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya
kembali.
Sudjana
& Rivai (1992:2) mengenukakan manfaat media pembelajaran dalam proses
belajar siswa, yaitu :
1.
Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga
dapat menumbuhkan motivasi belajar;
2.
Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknaya sehingga
dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkannya menguasai dan mencapai
tujuan pembelajaran;
3.
Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata
komunikasi verba melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak
bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi kalu guru mengajar pada setiap
jam pelajaran.
Ø PENGGUNAAN
MEDIA
Salah satu ciri
media pembelajaran adalah bahwa media mengandung dan membawa pesan atau
informasi kepada penerima yaitu siswa. Sebagian media dapat mengolah pesan dan
respon siswa sehingga media itu sering disebut media interaktif.
1.
Media Bebasis Cetakan
Materi pembelajaran berbasis cetakan
yang paling umum dikenal adalah buku teks, buku penuntun, jurnal, majalah, dan
lembaran lepas. Perancang pembelajaran harus berupaya untuk membuat materi
dengan berbasis teks ini menjadi interaktif, yaitu :
a.
Sajikan informasi dalam jumlah yang selayaknya dapat
dicerna, diproses, dan dikuasai.
b.
Pertimbangkan hasil pengamatan dan analisis kebutuhan
siswa dan siapkan latihan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut.
c.
Pertimbangkan hasil analisis respons siswa; bagaimana
siswa menjawab pertanyaan atau mengerjakan latihan memberikan kesempatan untuk
latihan tambahan atau menyarankan bacaan tambahan.
2.
Media Berbasis Visual
Media berbasis visual (image atau perumpamaan) memegang peran
yang sangat penting dalam proses belajar. Media visual dapat memperlancar
pemahaman dan memperkuat ingatan. Ada beberapa prinsip umum yang perlu
diketahui untuk pemahaman efektif media
berbasis visual, sebagai berikut :
a.
Gunakan grafik untuk menggambarkan ikhtisar keseluruhan
materi sebelum menyajikan unit demi unit pelajaran untuk digunakan oleh siswa
mengorganisasikan informasi;
b.
Hindari visual yang tak berimbang;
c.
Tekankan kejelasan dan ketepatan dalam semua visual
d.
Visual yang diproyeksikan harus dapat terbaca dan mudah
dibaca;
e.
Warna harus digunakan secara realistik.
3.
Media Berbasis Audio-Visual
Media visual yang menggabungkan
penggunaan suara memerlukan pekerjaan tambahan untuk memproduksinya. Salah satu
pekerjaan penting yang diperlukan dalam media audio-visual adalah penulisan
naskah dan storyboard yang memerlukan
persiapan yang banyak, rancangan, dan penelitian. Berikut adalah beberapa
petunjuk praktis untuk menulis naskah narasi, yaitu :
a.
Tulis singkat, padat, dan sederhana;
b.
Tulislah dalam kalimat aktif;
c.
Tulis seperti menulis judul berita, pendek, tepat,
berirama, dan mudah diingat;
d.
Setelah menulis narasi, baca narasi itu dengan suara
keras.
e.
Edit dan revisi naskah rebisi itu sebagaimana perlunya.
Storyboard
dikembangkan dengan memperhatikan beberapa petunjuk berikut ini :
a.
Menetapkan jenis visual apa yang akan digunakan untuk
mendukung isi pelajaran, dan mulai membuat sketsanya.
b.
Lihat dan yakinkan bahwa seluruh isi pelajaran tercakup
dalam storyboard.
c.
Kumpulkan anggota tim produksi untuk mereview dan
mengkritik storyboard.
d.
Catat semua komentar, kritik, dan saran.
e.
Revisi untuk persiapan akhir sebelum memulai produksi.
4.
Media Berbasis Komputer
Penggunaan komputer sebagai media
pembelajaran secara umum umum mengikuti proses instruksional yaitu
merencanakan, mengatur, menjadwalkan pengajaran, mengevaluasi siswa,
mengumpilkan data mengenai siswa, membuat catatan perkembangan pembelajaran
(kelompok atau perseorangan), danmelakukan analisis mengenai data pembelajaran.
Format penyajian pesan dan informasi dalam CAI (Computer Assisted Instruction) terdiri atas :
a.
Tutorial
terprogram adalah seperangkat tayangan baik statis maupun dinamis
yang telah lebih dahulu diprogramkan.
b.
Tutorial
intelijen berbeda dari tutorial terprogram karena jawaban komputer terhadap
pertanyaan siswa dihasilkan oleh intelegensi artifisial, bukan jawaban-jawaban
yang terprogram yang terlebih dahulu disiapkan oleh perancang pelajaran.
c.
Drill and
practice digunakan dengan asumsi bahwa suatu konsep, aturan, atau prosedur telah
diajarkan kepada siswa.program ini menuntun siswa dengan serangkaian contoh
untuk meningkatkan kemahiran menggunakan keterampilan.
d.
Simulasi pada komputer
memberikan kesempatan untuk belajar secara dinamis, interaktif, dan perorangan.
Dengan simulasi, lingkungan pekerjaan yang kompleks dapat ditata hingga menyerupai
dunia nyata.

3 komentar:
terima kasih, sangat membantu
buku yang tahun berapa ini kak?
Syukron🙏🙏
Posting Komentar