Pages

Selasa, 19 Juni 2012

Anak Autis (Mirza Maulana)


AUTIS DAN PERMASALAHANNYA
Autisme
Autisme terjadi pada lima dari setiap 10.000 kelahiran, di mana jumlah penderita laki-laki empat kali lebih besar dibandingkan penderita wanita. Gejala-gejala autisme mulai tampak sejak masa yang paling awal dalam kehidupan mereka. Gejala-gejala tersebut tampak ketika bayi menolak sentuhan orangtuanya, tidak merespon kehadiran orangtuanya, dan melakukan kebiasaan-kebiasaan lainnya yang tidak dilakukan oleh bayi-bayi normal pada umumnya.
Bila mengevaluasi kebiasaan penderita autisme, kita juga harus mempertimbangkan usia mereka. Pada usia 2-5 tahun, mereka cenderung memiliki kebiasaan yang sangat buruk, tetapi tatkala menginjak usia 6-10 tahun, perilaku mereka akan membaik. Tetapi, perilaku itu akan cenderung memburuk kembali saat mereka memasuki usia remaja serta dewasa, dan selanjutnya akan kembali membaik seiring dengan bertambah tuanya usia mereka.

Media Pembelajaran oleh Prof. Dr. Azhar Arsyad, M. A


Ø  PENGERTIAN MEDIA
Gerlach & Ely (1997) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.
Batasan lain telah pula dikemukakan oleh para ahli yang sebagian di antaranya AECT (Association of Education and Communication Technology, 1997) memberi batasan tentang media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Di samping sebagai sistem penyampai atau pengantar, media yang sering diganti dengan kata mediator menurut Fleming (1987:234) adalah penyebab atau alat yang turut ikut campur tangan dalam dua pihak dan memdamaikannya. Dengan istilah mediator media menunjukkan fungsi atau perannya, yaitu mengatur hubungan yang efektif antara dua pihak utama dalam proses belajar dan isi pelajaran.

Sabtu, 16 Juni 2012

Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum ( Prof. Drs. H. Dakir )


Kurikulum ialah suatu program pendidikan yang berisikan berbagai  bahan ajar dan pengalaman belajar yang  diprogramkan, direncanakan dan dirancangkan secara sistemik atas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan.
Unsur-unsur dalam definisi kurikulum tersebut adalah :
1.      Seperangkat Rencana
2.      Peraturan Mengenai Isi dan Bahan Pelajaran
3.      Pengaturan Cara yang Digunakan
4.      Sebagai Pedoman Kegiatan Belajar Mengajar
Kurikulum yang tercantum dalam UUSPN ( Undang-undang Sistem pendidikan Nasional ) dijadikan dasar bertindak dalam melaksanakan proses pembelajaran oleh para penyelenggara pendidikan.
Tujuan kurikulum pada dasarnya sama dengan tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan ternyata berbeda-beda karena didasari pada suatu aliran atau konsep yang diyakini kebenarannya , atau dari mana sudutnya pandangnya.Mungkin dari sudut hirarki , lembaga ,daerah penyelenggara , jangka waktu , arah lulusan dan sebagainya. Pengorganisasian kurikulum dapat dilakukan secara vertikal maupun horisontal. Secara vertikal memerhatikan pengorganisasian bahan secara hirarkis antara bahan dari kelas bawah sampai kelas atas agar seimbang secara harmonis. Sedangkan secara horisontal memerhatikan keterpaduan seluruh materi dalam keterkaitannya antara setu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya.