Pages

Sabtu, 16 Juni 2012

Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum ( Prof. Drs. H. Dakir )


Kurikulum ialah suatu program pendidikan yang berisikan berbagai  bahan ajar dan pengalaman belajar yang  diprogramkan, direncanakan dan dirancangkan secara sistemik atas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan.
Unsur-unsur dalam definisi kurikulum tersebut adalah :
1.      Seperangkat Rencana
2.      Peraturan Mengenai Isi dan Bahan Pelajaran
3.      Pengaturan Cara yang Digunakan
4.      Sebagai Pedoman Kegiatan Belajar Mengajar
Kurikulum yang tercantum dalam UUSPN ( Undang-undang Sistem pendidikan Nasional ) dijadikan dasar bertindak dalam melaksanakan proses pembelajaran oleh para penyelenggara pendidikan.
Tujuan kurikulum pada dasarnya sama dengan tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan ternyata berbeda-beda karena didasari pada suatu aliran atau konsep yang diyakini kebenarannya , atau dari mana sudutnya pandangnya.Mungkin dari sudut hirarki , lembaga ,daerah penyelenggara , jangka waktu , arah lulusan dan sebagainya. Pengorganisasian kurikulum dapat dilakukan secara vertikal maupun horisontal. Secara vertikal memerhatikan pengorganisasian bahan secara hirarkis antara bahan dari kelas bawah sampai kelas atas agar seimbang secara harmonis. Sedangkan secara horisontal memerhatikan keterpaduan seluruh materi dalam keterkaitannya antara setu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya.
Organisasi correlated curriculum adalah suatu pengaturan penyusunan mata pelajaran dengan cara menggabungkan dua atau lebih mata pelajaran baik yang aga dalam bidang studi maupun yang diluar bidang studi. Integrated curriculum adalah kurikulum yang pelaksanaannya disusun secara menyeluruh untuk membahas suatu pokok masalah tertentu. Pembahasan tersebut dapat dengan cara menggunakan berbagai mata pelajaran yang relevan dalam suatu bidang studi atau antarbidang studi.
Intergrated curriculum dalah kurikulum yang pelaksaannya disusun menyeluruh untuk membahas suatu pokok masalah tertentu. Pembahasan tersebut dapat dengan cara menggunakan berbagai mata pelajarn yang relevan dalam sutu bidang studi atau antarbidang. Topik pembahasan ditentukan secara demokratis antara pendidik dengan guru. Metode yang digunakan dengan pendekatan student centerred , problem solving , dan CBSA.
Kalau intergrated curiculum dapat dilakukan dengan baik, harapan dari hasil belajar akan mengakibatkan yang bersangkutan dapat tertanam : learn to knom , learn to do , learn to live together. Kesulitan utama dalam pelaksaan integrated curriculum karena di lembaga pendidikan guru , sebelum yang bersangkutan menjadi guru tidak pernah dilatih atau disiapkan untuk melaksanakan kurikulum tersebut. Dengan digalakkannya kurikulum muatan lokal ,sebetulnya guru telah melakukan integrated curriculum.
Dalam dunia sekitar ada tiga klasifikasi besar , yaitu : dunia alam kodrat , dunia alam buatan , dan dunia manusia. Di Indonesia ketiga alam tersebut sangat heterogen. Menurut Ki Hajar Dewantara perkembangan pribadi hendaknya mengikuti proses sesuai dengan harapan Tri Con Teori dan memerhatikan Tri Pusat Pendidikan. Ilmu pengetahuan yang tidak diamalkan dalam masyarakat merupan suatu karya yang sia-sia. Hendaknya atas dasar berbagai ilmu pengetahuan yang dijadikan landasan untuk berkarya sehingga akan mempunyai nilai tambah. Nilai tambah ini disebabkan jasa teknologi yang dilandasi ilmu pengetahuan.
Secara garis besar teknologi dibagi menjadi dua teknologi , yaitu : teknologi rendah dan teknologi tinggi. Agar kita dapat menguasai teknologi tinngi , yang perlu diperhatikan adalah sumber daya manusia yang memadai. Sumber daya manusia itu dapat dididik , dilatih di sekolah luar negeri atau di dalam negeri dengan perantara kurikulum yang ditopang dengan sarana/prasarana yang memadai dan ditangani oleh tenaga pendidik yang handal. Pengembangan teknologi tidak dapat lepas dari hasil penelitian. Penerapan hasil penelitian di mastarakat masing-masing penemuan berbeda-beda jangka waktunya. Agar pelaksanaan pendidikan dapat efisien diperlukan teknologi pendidikan yang dapat berupa media cetak , non-cetak , dan terutama elektronika.
Ada tiga kegiatan yang satu dengan yang lain saling terkait ,yaitu : perencanaan , pembinaan , kemudian pengembangan , kembali lagi ke perencanaan yang lebih baik , dibina dan dikembangkan lagi , begitu seterusnya. Pada dasarnya pengembangan kurikulum ialah mengarahkan kurikulum sekarang ke tujuan pendidikan yang diharapkan karena adanya berbagai pengaruh yang sifatnya positif yang datangnya dari luar atau dari dalam sendiri , dengan harapan agar peserta didik dapat menghadapi masa depannya dengan baik.`Untuk dapat mencapai harapan yang mampu dicapai itupun perlu adanya berbagai faktor yang mendukung dan progaram yang aplikabel.



Pada dasarnya da tiga pendekatan dalam perencaan dan pengembangan kurikulum ,yaitu :
1.      Pendekatan Berdasarkan Materi
Perencanaan dan pengembangan kurikulum berdasarkan materi ,inilah mula-mula dilaksanakan. Inti dari proses belajar mengajar ditentukan ole pemilihan materi.

2.      Pendekatan Berdasarkan Tujuan
Penyusunanan kurikulum berdasarkan dengan pendekatan berdasarkan tujuan , artinya bahwa tujuan pendidikan dicantumkan terlebih dahulu. Dari tujuan inilah dijabarkan menjadi tujuan-tujuan yang lebih rinci ,yang akhirnya ke tujuan yang bersifat operasional.

3.      Pendekatan Berdasarkan Kemampuan
Kurikulum berdasarkan kemampuan itu tujuan nya lebih operasional dari kurikulum yang berdasarkan tujuan.

Karena banyak ragam nya kedaan di Indonesia seperti geografis ,demografi , adat istiadat , bahasa , kebudayaan, keadaan sosial dan sebagainya .maka di Indonesia ada kurikulum nasional dan kurikulum muatan lokal. Di sekolah-sekolah lingkungan Dinas Depdiknas , berbagai mata pelajaran yang kurikulumnya diberikan dari pusat kirikulum tersebut disebut kurikulum nasional ,evaluasinya diselenggarakan dengan UN, sedang yang mengacu pada kurikulum lokal , evaluasinya diselenggarakan dengan Ujian Sekolah.

1 komentar:

MR. Agus Winarno mengatakan...

Prof Drs H Dakir ,Masih aktif Mengajar walau usia sudah melampaui 70 Tahun.

Posting Komentar